Akhir-akhir ini otak gue lagi dipenuhin uneg-uneg yang sebenernya udah lama pengen gue tulis diblog gue. Gue sering banget dipusingkan sama masalah per-netizen-an yang semakin hari semakin banyak tingkah, yang sebenernya miris tapi banyak yang suka, banyak yang nglakuin dan banyak pula yang "menganggap wajar-wajar saja".
Well, seperti yang kita lihat, dijaman mileniall dan tutorial ini semakin banyak orang berlomba-lomba untuk nglakuin sesuatu yang menurut gue sangat tidak berfaedah (sekali lagi ini menurut gue ya, orang beda-beda) , bahkan yang sangat disayangkan "melakukan segala cara" hanya untuk mendapat pengakuan dari orang-orang sosmed (why? People why?). Hanya untuk dapetin title sebagai anak hits, anak gaul, anak kekinian dan istilah lainnya. Yang bahkan belum tentu kehidupan nyata "anak-anak hits" ini sebegitu menariknya seperti disosmed. Yang hanya menjadi fokus adalah "bagaimana netizen bisa melihat kehidupan kita terlihat bahagia, terlihat menarik, dan membuat netizen merasa iri bahkan merasa ingin seperti kita" ngerti nggak maksud gue?
Nggak sedikit dari mereka yang rela melakukan hal-hal dari yang antimainstream sampai ngebahayain diri sendiri karena saking antimainstreamnya hanya untuk viral didunia maya. Atau bahkan biar followersnya nambah. Dan mirisnya ini dianggap wajar, ini dianggap biasa. Gue bahkan pernah liat postingan seseorang yang lagi bergelantungan di atap gedung yang tinggi (beneran tinggi sumpah) tanpa pengaman apapun. Entah dia emang udah nggak sayang nyawa atau gimana gue kaga ngerti lagi dah. dan itu dia lakuin hanya untuk viral coy, gila nggak bok?
Gue yakin semakin lama orang-orang akan terbiasa untuk nglakuin hal-hal yang sebenernya aneh tapi mereka anggap itu hal biasa, kenapa? Karena emang lingkungan kita udah nggak sehat, lingkungan yang haus akan pengakuan, lingkungan yang setiap orang harus ada tittlenya, apa-apa orang harus tau, apa-apa harus difoto, apa-apa harus terlihat mewah, seolah-olah hidup kita sempurna. Dan nggak ada yang salah sih sebenernya karena emang fitrahnya orang seperti ini, karena naturally orang butuh pengakuan, yang salah adalah cara kita menyikapinya, karena disaat netizen men-tittle-kan seseorang, orang akan bersaing untuk itu, akan banyak orang yang dengan bangganya nglakuin apapun hanya untuk mendapat tittle tsb.
Pernah nggak sih lo liat cewe merokok, tatoan, foto tanpa busana disosmed dan ini dianggap hal yang biasa di per-netizen-an di Indonesia? Malah nggak sedikit yang bilang "keren kak", "kece kak", "cantik kak", dan masih banyak lagi. Cewe cowo foto mesra, ciuman dipost, pelukan dipost, dan itu juga dianggap wajar, malah dibilang "relationship goals". Oke. Gue tau sih sebenernya ini terserah mereka yang nglakuin, hidup juga hidup mereka, one thing, gue cuma menyampaikan opini gue aja kok. Karena secara nggak sadar banyak yang bakal niru, banyak yang bakal nglakuin apapun yang lagi viral, APAPUN. Jaman sekarang orang nglakuin sesuatu karena "thats what people do".
Dan yang sangat sangat miris buat gue sendiri adalah, orang-orang yang masih dibawah umur, bahkan yang gue rasa masih anak bawang ikutan nglakuin hal itu. Anak sd lah contohnya. Merokok, pacaran mesra, minum alkohol, seolah-olah ini hal yang biasa, seolah-olah ini nggak ada yang salah. Dan seolah-olah kita semua buta, kita bodoamat, karena takut dicap sok sucilah sok munafik dan banyak lagi.
Gue bukan manusia sempurna coy, dan gue juga tahu hidup seseorang ya urusan orang itu sendiri, apa salahnya sih kalau kita coba ciptain sosial media yang sehat?
Apa salahnya sih kita jadi contoh yang baik buat adik-adik kita?
No comments:
Post a Comment